Senin, 10 Januari 2011

puisi "rindu"

rindu..
rindu tak mengenal ruang..
ak ingin saat in ak dapat merengkuh tubuhmu
dapat menatap wajahmu dengan sepuas hatiku
tak tergambarkan
bahkan tak terucap ktika sang rembulan datang..
kebersamaanku terpisah denganmu..

sepi..
sepi..
ak ingin setiap malamku selalu ditemani oleh dirimu
tubuh menjadi satu..
tak add lg desah yang dapat merobek jiwa..
batiniah telah terobati..
lahiriah telah terpenuhi

rindu..
ak ingin sampaikan ini semua
kepada sang yang ku cinta..
ak tak kuasa tuk menahannya..
ak ingin mati ,,
ak ingin mati
jika ak terrus tanpa dirinya..


sumber : http://www.anggrekbiru.com/puisi.html

puisi "ibu"

Maafkan Aku Ibuku

Maaf ibu,kadang aku lupa untuk memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena terlalu sering bergelut dengan kesibukanku

Ibu….
Kadang aku jarang berbicara denganmu
Tapi kini aku sangat sadar ibu
Didalam hati dan otakku hanya ada ibu

Ibu….
Betapa sangat ku membutuhkanmu
Aku butuh perhatian dan sayang ibu disaat sakitku
Aku butuh pundak ibu disaat tangisku

Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Aku akan selalu sayang padamu
Maafkan anakmu ini ibu


sumber:http://www.anggrekbiru.com/puisi.html/

puisi

Puisi… kutulis dan kurangkai
Saat inspirasi dan sebentuk emosi
Menggerakkan otak dan jemari
Memilih diksi mencari analogi

Meski bukan penyair ku tetap bersyair
Meski bukan pujangga tetap kubersuara
Tak pernah peduli apa mereka bilang
Syair dan Puisi bagiku kebebasan

Puisi… kau caci dan kau puji
Sesuai batas mengarti dan imaji
Terimakasih… ku kan menulis lagi
Meski kosong puji dan caci


sumber :http://www.anggrekbiru.com/puisi.html

lyrik ADABAND "senandung lagu cinta"

Senandung lagu cinta
Tercipta untukmu
Yang getarkan jiwa ini
Lumpuhkan jantungku

Kecantikan sempurna
Yang tak terlukiskan
Bahagia kan diri ini
Saat bersamamu

Meskipun ku sadari
Tak mungkin memelukmu
Waktu kau isyaratkan
Bahwa dirimu tlah bersamanya

Tatap matamu untuk yg terakhir
Siksa batinku yang mencintamu
Ku pasrahkan pada Illahi
Relakan untuknya

Lekuk tubuh anggunmu
Bagaikan sang dewi
Di dalam sanubariku
Terukur wajahmu

Jurang yang dalam pisahkan kita
Yang tak mungkin untuk dilalui
Biarlah lagu cinta ini
Terdengar dalam kalbu......

These Songs by ADA Band..

puisi TENTANG MERPATI

Kabar burung
Merpati lambang cinta
Namun buntung
Simpati betambang duka

Gosip pagi di televisi
Merpati jalinan asmara
Tapi kasih tak pasti
Saksi perjalanan murka

Lidah orang bersahutan
Merpati itu suci
Pindah sarang berbarengan
Bertelur
Menetas
Lalu jadi burung kawakan
Apa yang suci?
Dasar tukang kawin

Pebincangan datuk
Merpati simbol kemakmuran
Sampai dibuatnya aku suntuk
Tetap merpati binatang sembarangan

Ribuan mata terpaku
Merpati putih berkicau
Indah menurut mereka
Menanjakan telinga pendengarnya
Damai bagi kalian
Masih saja aku sendirian

Merpati
Enyalah dariku
Kau cuma berbakhti
Tak bisa berpadu
Cinta antara dia dan daku

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 15 Juni 2009)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com

puisi "BUNDA"

Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia

Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda

Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com

puisi "BUNDA"

Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia

Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda

Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com